Membangun Citra Ummat Islam
Konflik internal ummat Islam akhir-akhir ini makin tak terkendali. Seperti di Irak, setiap hari ada saja pengeboman masjid yang dilakukan oleh ummat Islam sendiri. Antara dua kelompok besar saling mengancam, menteror, bahkan saling bunuh dengan target-target publik tanpa pandang bulu siapa korbannya. Masjid yang dulu dianggap sebagai tempat suci, kharismanya kian memudar, kesejukan dan ketentraman sebagai aura sebuah masjid telah berubah menjadi sasaran bom dan pengrusakan yang dilakukan orang Islam sendiri. Sungguh sangat ironis..
Beruntung, hal itu terjadi diluar wilayah Indonesia tercinta ini. Indonesia, walaupun masih kerap terjadi gontok-gontokan antar sesame ummat Islam, namun tak sampai menumpahkan darah. Beberapa waktu lalu kita disodori kisah-kisah seram tentang pengusiran kelompok tertentu dan pengrusakan rumah-rumah ibadah di Nusa Tenggara.
Meskipun mereka adalah warga masyarakat Indonesia yang asli lahir dan besar di Indonesia, menghirup udara yang sama di Indonesia, sama-sama hidup dibumi Indonesia, bahkan mungkin masih mempunyai hubungan saudara, hanya karena perbedaan pandangan langsung dijustifikasi bahkan diusir dari rumah-rumah mereka, sehingga akhirnya kelompok tersebut minta suaka politik ke luar negeri.
Kalau sudah begini para petinggi pemerintahan menjadi sewot, padahal pada saat kerusuhan terjadi aparat tidak mampu memberikan perlindungan dan hanya menjadi penonton.
Upaya-upaya penyesatan dan penjustifikasian di Indonesia merupakan permasalahan paling pelik dikalangan umat Islam sendiri. Memang ada sekelompok orang yang selalu mengobarkan kebencian yang berbau SARA, dan mereka cukup lantang bersuara. Padahal alasan mereka syiar dan amar ma’ruf, namun yang diucapkan adalah kedengkian belaka.
Bayangkan seandainya puluhan juta warga Indonesia yang dianggap sesat itu akhirnya berbondong-bondong minta suaka politik ke negeri tetangga. Apa yang bakal terjadi? Bukankah ini akan menjadi preseden yang sangat buruk bagi kinerja pemerintahan dan ulama sholih yang dianggap tidak bisa menjadi penengah bagi warga masyarakatnya.
Apakah peradaban kekerasan dan SARA itu yang diusung oleh Rasulullah SAW? Itukah yang dipelajari dari Al Qur’an? Suka atau tidak suka, perilaku kekerasan, ancaman, impeachment, pengrusakan dan pengusiran itu telah menjungkir-balikkan integritas moral agama Islam yang mulia kedalam kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM yang berat.
Tak heran jika Citra Islam sebagai agama cinta damai dan anti kekerasan akhirnya pupus. Digantikan menjadi Islam sebagai agama teroris yang harus dijauhi. Semua yang berbau Islam, berbau Arab ditolak dan disingkiri. Ummat Islam telah menjadi warga nomor paling bawah dalam percaturan dunia.
Namun sebaiknya kita tidak ikut terus menerus larut dan ikut arus melawan kemunafikan itu, khusnudzon billah, bahwa masih banyak waktu dan kesempatan bagi kita untuk saling berdamai, perpelukan, berjabat tangan dalam kerukunan yang hakiki. Karena sungguh mahal harga yang harus dibayar akibat perpecahan tersebut. Membuat kita kian hari melangkah semakin mundur dari peradaban Islami. Jangan sampai ummat Islam dijadikan alat politik dan kepentingan sekelompok orang.
Mari kita buka lembaran baru, kita buka paradigma baru, bahwa dengan budi luhur karena Allah, kita bisa mewujudkan Ukhuwah Islamiyah, dan bersama-sama kembali Membangun Citra.
AW- Manggar,08/03/07



Semua itu kembali pada individu masing2. Semua menjadi berubah tatkala seseorang masuk dan terjerumus kepada suatu faham yang di dalamnya terdapat doktrin – doktrin bahwa dengan menghancurkan sesama islam itu akan masuk surga atau mendapatkan pahala yang besar. Padahal agama kita (Islam) menuntun kita pada suatu faham kebaikan dan kebenaran dengan mengutamakan sifat welas asih.
Islam merupakan agama yang menonjolkan sifat kedamaian, kebijakan dan kebaikan tanpa melewati batas-batas dari ALLAH SWT. Alangkah lebih baiknya jika kita renungkan supaya kita tidak terpengaruh terlalu dalam dalam urusan dunia yang semakin tak berujung ini.
Dan semua ini kita kembalikan kepada ALLAH SWT dengan cara semakin banyak mendekatkan diri kepadanya…
D Ardiansyah K
April 3, 2007