RENUNGAN SINGKAT TENTANG HARTA

Posted on April 6, 2007. Filed under: khazanah press |

Assalaamu `Alaikum wa Rahmatullaah wa BarokatuH

Segala puji saya panjatkan kepada Allah SWT yang dengan kenikmatan dan rahmatNya maka sempurnalah segala kebaikan.

Manusia adalah makhluk yang senantiasa diliputi dengan dua sisi yang kontra di dalam hatinya di dalam menyikapi hidupnya yakni ilham fujur dan ilham taqwa, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT di dalam QS as-Syams ayat 8; “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya”.
Kita sebagai manusia yang selalu diberi pilihan oleh Allah SWT ternyata jarang bisa menyikapi kebijaksanaan Allah dalam hal menentukan pilihan, tidak jarang kita jumpai manusia yang masa bodoh dengan persentasi keberpihakan pilihannya terhadap Allah, Rabbnya.
Dalam banyak aspek kehidupan  kita dapat menyaksikan betapa manusia lalai dan hampir tidak pernah ingat akan kewajiban-kewajibannya, lebih dari itu kita masih jarang menjumpai manusia yang menyempatkan waktu di dalam hidupnya untuk memikirkan sejauh mana dan sudah sesering apa dia melibatkan ilham taqwa di dalam aplikasi kehidupannya.

Di dalam al Quran telah dituliskan firman Allah SWT yang sepatutnya kita pahami dan jadikan salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan hidup, surat Ali Imran ayat 14 ; ” Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Rupanya harta adalah hal yang menjadi bagian dari sekian banyak ujian (setidaknya dalam pandangan agama) bagi ummat manusia di dalam praktek kehidupannya. Ujian ini tentu berat bagi ummat manusia dari segi pertanggung jawabannya, hal ini tercermin dari fonis Allah SWT dalam firmanNya “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS al Baqoroh ayat 195).

Secara tersirat Allah SWT mengatakan bahwasanya mereka yang tidak membelanjakan harta bendanya di jalan Allah adalah orang yang menjatuhkan diri kedalam kebinasaan.

Sehubungan dengan ayat di atas dikemukakan dalam suatu riwayat sebagai berikut: Ketika Islam telah berjaya dan berlimpah pengikutnya, kaum Anshar berbisik kepada sesamanya: “Harta kita telah habis, dan Allah telah menjayakan Islam. Bagaimana sekiranya kita membangun dan memperbaiki ekonomi kembali?” Maka turunlah ayat tersebut di atas sebagai teguran kepada mereka, jangan menjerumuskan diri pada “tahlukah” (meninggalkan kewajiban fi sabilillah dan berusaha menumpuk-numpuk harta). (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim dan yang lainnya yang bersumber dari Abi Ayub al-Anshari. Menurut Tirmidzi hadits ini shahih.)

Terdapat banyak peringatan di dalam al Quran dan al Hadist untuk kita renungkan menyangkut harta sebagai salah satu amanah yang Allah SWT limpahkan kepada manusia, antara lain adalah seperti yang saya tuliskan berikut ini:

  • Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan di dalam sunan Nasai diceritakan bahwa Abu Dzarr berkata “Aku menghampiri Rasulullah SAW di mana beliau duduk di naungan ka`bah, maka ketika baginda SAW melihatku menghampirinya, beliaupun bersabda {{Demi Tuhannya Ka`bah! Mereka adalah orang-orang yang rugi}}, akupun berkata (dalam hati) bahwa Apakah telah diturunkan sesuatu (dari Allah) mengenaiku?, maka kutanyakan ke pada baginda SAW Siapakah mereka (yang rugi), bapak dan ibuku menjadi tebusanmu. Rasulullah SAW menjawab {{(mereka adalah) orang-orang yang memperbanyak harta kecuali orang yang berkata (berbuat) begini, seperti ini, dan begitu (ngebosi, sedekah, dsb) sehingga dia menggunakan hartanya untuk depannya, kananya, dan kirinya… }} al hadist.
  • Dari sebuah riwayat yang shahih yang dapat dijumpai di dalam  shahih Muslim, Kitab Zakat,  Bab Targhib Fi Shodaqoh, yang juga disampaikan oleh Abu Dzarr bahwa Rasulullah SAW menyampaikan kepadanya; {{Aku tidak senang jika memiliki emas sebanyak gunung uhud kecuali dalam tiga hari telah habis aku bagikan kepada hamba-hamba Allah dan tersisa 1 dinar di sisiku untuk menjaga diriku dari hutang}}. Dalam kesempatan itu juga beliau bersabda kepada Abu Dzarr {{Sesungguhnya orang-orang yang memperbanyak (harta) adalah orang-orang yang melarat di hari kiamat, kecuali orang yang berkata (berbuat) begini, seperti ini, dan begitu…(dalam hal sedekah).
  • Lagi, dari shahih Bukhari Kitab Riqoq dari Ibn Abbas, dan dari shahih Muslim Kitab Zakat, Bab Law anna li-ibn Adam Wadiyain laBtaghoo Tsaalitsan, hadist ini diperoleh dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda {{Seandainya anak turun Adam a.s. memiliki 2 jurang harta maka pastilah dia akan mencari jurang yang ketiga, dan tidaklah memenuhi pada perut anak turun Adam a.s. kecuali tanah (kematian yang bisa menghentikan keserakahannya)}}
  • Nabi Muhammad SAW bersabda {{Sedekah tidak mengurangi harta, Allah tidak menambah kepada seorang hamba yang memaafkan kecuali pada kemuliaannya,  dan tidaklah seseorang  tawadu’ karena Allah kecuali derajadnya diangkat oleh Allah}} HR Muslim, Kitab al Birr wa Shilah wal Adab, Bab Istihbab al `Afwa wa Tawaddu`.
  • Riwayat dari shahih Bukhari yang diperoleh dari Abi Huroiroh, nabi bersabda {{Akan rugi hambanya dinar dan dirham (diatur oleh harta dalam hal selain ibadah) dan selimut (banyak tidur dan tidak senang ibadah), jika ia diberi maka ia senang namun jika tidak diberi maka ia tidak senang}}
  • Dsb

Masih banyak lagi dalil-dalil yang menunjukkah bahwa sebenarnya perkara mengeluarkan hak Allah SWT dalam hal harta adalah perkara yang menjadi kebutuhan kita sebagai hamba agar terhindar dari segala ancaman yang diakibatkan olehnya dan mendapatkan manfaat yang disebabkan olehnya. Segala alasan yang sengaja dibuat-buat untuk menghindari ibadah adalah hanya akan mengakibatkan penyesalan yang tidak berkesudahan kelak. Banyaknya pengetahuan kita terhadap apa yang menjadi kewajiban hamba terhadap Allah SWT adalah hal yang sewaktu-waktu justru bisa menjadi bumerang bagi kita sekalian, ingatlah satu ketentuan bahwa yang terberat siksaannya dikemudian hari adalah hamba yang mengerti ilmu namun ilmu itu tidak membawa manfaat baik baginya.

Jazakumullaahu khoiroo

Wassalaamu `Alaikum wa Rahmatullaah

(joemaestro_qh)

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

  •  

    April 2007
    M T W T F S S
    « Mar   Jul »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • khazanah's photos

    Temu Ceramics

    Temu Ceramics

    Temu Ceramics

    More Photos

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...